‘Umar r.a. Meraih Kemenangan dengan Doa

umar-bin-khatab

‘Umar r.a. Meraih Kemenangan dengan Doa

Karena para sahabat merupakan generasi yang paling tahu tentang Allah Swt. Dan Rasul-Nya serta paling mengerti dalam urusan Agama, mereka adalah orang-orang yang paling sempurna dalam mendatangkan sebab dan syaratnya.

‘Umar Ibn Al-Khathhab r.a. mendapat kemenangan atas musuhnya dengan doa, padahal kekuatan musuh lebih besar daripada pasukannya. Ia berkata kepada para sahabatnya, “Kalian tidaklah mendapat kemenangan dari langit”

Ia juga bertutur, “Aku tidak merisaukan terkabulnya doa, tetapi yang kurisaukan adalah tekad untuk berdoa, karena bila kalian diberi ilham untuk berdoa, pengabulan tentu menyertainya”,

Seorang pujangga mengungkapkan hal senada dalam syairnya:

Andai engkau tidak menghendaki teraihnya apa yang kuharap dan kuminta
lewat kemurahan-Mu, tentu Engkau takkan membiasakan meminta.
Berdoalah kalian padaku, niscaya kukabulkan untuk kalian.” (Ghafir: 60)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, sesungguhnya aku mendekat.
Aku mengabulkan doa orang yang berdoa bila ia berdoa kepada-Ku. (Al-Baqarah:186)

Dalam sunan Ibn Majah, Abu Hurairah r.a. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah murka kepadanya”. ini menunjukkan bahwa ridho Allah terletak pada sikap meminta dan ketaatan hamba kepada-Nya.
Apabila Tuhan telah ridha, segala kebaikan ada dalam ridha-Nya sebagaimana segala bencana dan maksiat terletak pada murka-Nya.

Imam Ahmad meriwayatkan hadits Qudsi dalam al-zhud: “Aku adalah Allah. tidak ada Tuhan selain Aku. Bila aku Ridha,Aku memberkahinya, dan keberkahan-Ku tidak terbatas. Sedangkan bila murka, aku melaknat, dan laknatku menyanpai tujuh turunan.”

Akal, nas, fitrah dan pengalaman umat dari berbagai bangsa, agama dan keyakinan telah menunjukkan bahwa pendekatan kepada Allah Swt,. usaha mencari ridho-Nya, perbuatan baik kepada makhluk-Nya termasuk sebab terbesar yang mendatangkan berbagai
kebaikan, sedangkan kebalikannya termasuk sebab terbesar yang mendatangkan berbagai keburukan.

Tidak ada yang mendatangkan karunia Allah Swt. sekaligus menghindarkan murka-Nya seperti ketaatan dan takarub kepada-Nya serta perbuatan baik kepada makhluq-Nya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s