Revolusi Mental “Human Error” Menutup Jalan Fitnah, kemenangan yang cerdas.

MENUTUP JALAN FITNAH.

Saya tak mendapatkan suatu perkara yang lebih berbahaya daripada mendekati fitnah. Hanya sedikit orang yang mendekatinya dan bias keluar dengan selamat dari jebakannya, karena orang-orang yang selalu berada disekitar jerat-jerat fitnah itu, akan mudahlah mereka masuk kedelamnya.

Inilah daftar fitnah Jokowi

Orang yang bisa mengambil pelajaran berkata, “Pernah suatu saat aku diberi kemampuan untuk melakukan suatu hal yang secara lahiriah haram, namun masih mengandung kemungkinan halal. Saat itulah jiwaku memberontak, ‘Engkau takkan mampu melakukan itu dan mestinya tidak kau lakukan. Teruslah mendekat kepada-Nya. Jika kemungkinan itu benar-benar terbuka dan engkau tinggalkan hal itu, maka itulah namanya meninggalkan perkara dengan sesungguhnya.’
Aku menurutinya dan meninggalkan perkara tadi. Setelah itu, aku berpikir apa yang diutarakan oleh jiwaku adalah sesuatu yang boleh-boleh saja. Akan tetapi, tatkala aku hendak melawan bisikan jiwaku, tiba-tiba hatiku terasa gelap, karena aku takut bahwa apa yang aku lakukan termasuk perkara haram.

Akupun terperangkap dalam sebuah pertempuran sengit yang sangat meleahkan. Suatu saat jiwaku membuka peluang bagiku dengan kemudahan dan sarannya, namun disaat yang lain aku sanggup mengalahkan dengan kesungguhan dan menjauhkan diri dari perkara yang haram itu.

Jika aku melakukan hal itu dengan mengambil jalan yang gampang, maka aku tak merasa tenang karena aku mengira bahwa aku terjebak dalam larangan. Lebih dari itu, aku juga dengan cepat menangkap satu dampak buruk akibat pekerjaan itu dalam hatiku. Tatkala aku merasakan bahwa takwil tak memberikan rasa tenang dalam jiwaku, maka aku berpikir untuk menghilangkan semua itu dengan segala kemampuan. Aku katakana kepada jiwaku, ‘Anggaplah olehmu bahwa semua itu memang mubah dan boleh-boleh saja, namun, demi Allah, aku tidak akan pernah mengulanginya’.

Akhirnya, pupuslah semua keinginan jiwaku dengan cara aku bersumpah dengan nama Alla. Ternyata, itu merupakan obat yang paling ampuh yang pernah aku dapatkan dalam mencegah nafsuku agar tidak terseret kemana-mana. Bisikan – bisikan nafsu yang rusak tak akan berhenti menyuruhmu melakukan hal-hal mubah yang mengajakmu untuk bersumpah dan engkau pun harus menebus sumpahmu itu.”

Yang paling baik adalah memotong semua jalan yang menyebabkan terjadinya fitnah dan menghindari dengan cara-cara yang mudah dan mempermudah dalam melakukan hal-hal mubah yang kira-kira akan menyeret kita kepada hal-hal yang terlarang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s