Indonesia melihat tanda-tanda ‘positif’ pada kewarganegaraan ganda [Indonesia seeing ‘positive’ signs on dual citizenship]

Indonesia seeing ‘positive’ signs on dual citizenship = Indonesia melihat tanda-tanda ‘positif’ pada kewarganegaraan ganda

Translate By : Google ~~ #CitizenShipDualOn

[ ] Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri mengatakan negara mengalami perkembangan lebih “positif” terhadap pengakuan kewarganegaraan ganda.
Wahid Supriyadi, kepala unit diaspora kementerian luar negeri itu, Jumat mengatakan bahwa peraturan pemerintah baru yang memungkinkan multiple entry untuk Indonesia dari bangsa asing, yang ditandatangani pada bulan April, merupakan salah satu perkembangan.
Dia menanggapi hasil Kongres kedua Diaspora Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta 18-20 Agustus, yang antara lain menegaskan kembali tuntutan untuk pengakuan negara kewarganegaraan ganda bagi warga negara asing keturunan Indonesia, menyuarakan awal pertama Kongres tahun lalu di Los Angeles.
Peraturan baru sudah diimplementasikan dalam perundang-undangan Indonesia, katanya kepada The Jakarta Post, “sementara kita mengamati model dari negara lain yang memungkinkan kewarganegaraan ganda” untuk mengeksplorasi pilihan yang cocok untuk Indonesia. Wahid mengatakan, pemerintah juga mempelajari model India, yang mengeluarkan dokumen di tempat paspor bagi individu keturunan India, memungkinkan “75 persen pengakuan” singkat kewarganegaraan ganda, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk berinvestasi dan melakukan bisnis di India. “Ada manfaat ekonomi yang besar” kepada negara tuan rumah sebagai akibat dari kewarganegaraan ganda, kata Wahid.
Delegasi mengatakan pada hari Rabu selama penutupan kongres bahwa kelompok fokus akan dibentuk untuk mempelajari isu kewarganegaraan ganda termasuk perwakilan dari diaspora, akademisi dan pembuat kebijakan. Mereka kemudian akan menyerahkan naskah akademis kepada seluruh stakeholder.
Wakil Komisi I yang menangani urusan luar negeri di DPR, Ramadhan Pohan, mengatakan selama penutupan kongres bahwa DPR juga akan memfasilitasi revisi undang-undang imigrasi “untuk mengakomodasi keinginan para diaspora” untuk kewarganegaraan ganda .
“Kami yakin bahwa orang-orang di antara kamu dengan paspor asing masih mencintai Indonesia,” kata Ramadhan, menambahkan kedua anaknya Amerika kelahiran juga akan segera bergabung diaspora. Pemerintah memperkirakan bahwa ada sekitar 8 juta orang Indonesia dan warga negara asing keturunan Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.
Hasil lain dari kongres termasuk rencana kerjasama tentang bisnis, inovasi, lingkungan, kota layak huni dan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran.
Lily Erin, seorang dosen demografi dari Universitas Sriwijaya di Palembang, mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia “untuk mengubah pandangan” pada kebijakan kewarganegaraan tunggal dalam era globalisasi saat ini. Warisan hukum dari era kolonial berusaha untuk memastikan loyalitas warga, katanya.
Indonesia baru saja menyadari kekuatan diaspora, terutama dengan munculnya presiden AS Barack Obama, yang ayah tirinya adalah Indonesia, dan yang adik setengah Indonesia, katanya.
Delegasi pada diskusi tentang kewarganegaraan telah mengangkat perasaan tentang tidak diakui di Indonesia bahkan jika mereka ingin melanjutkan ikatan budaya dan keluarga.
Anna Yoshitani, seorang wanita Indonesia menikah dengan seorang pria Jepang, mengatakan putrinya memperoleh visa turis hanya dua bulan dari Kedutaan Indonesia untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan bakat bernyanyi Yoshitani mengatakan bahwa ia berharap putrinya bisa membantu memperkuat hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia.
Seorang pemilik restoran dan nasional Malaysia dari Sabah yang lahir di Indonesia Abdul Mukti B. Syaubari, juga mengatakan kewarganegaraan ganda akan memungkinkan dia untuk mendirikan usaha di Indonesia. “Sekarang saya bepergian untuk beberapa minggu ke Indonesia untuk melihat keluarga saya” setiap tahun, katanya.
Indonesia dengan suami asing juga mengatakan mereka masih menghadapi kesulitan mengenai kewarganegaraan anak-anak mereka, meskipun hukum 2006 tentang kewarganegaraan ganda bagi anak di bawah 18.
“Informasi itu tidak menyebar secara memadai,” kata Yoshitani, terutama di kalangan ibu rumah tangga.

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s