Menakertrans Harus Cermati Modus Pelanggaran THR

Menakertrans dan seluruh jajarannya harus mencermati modus pelanggaran THR oleh oknum pengusaha. Menurut Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar, beberapa modus pelanggaran pembayaran THR adalah :

  1. Perusahaan membayar THR tidak sebesar 1 x upah tetapi hanya sekadarnya saja jauh dari upah yang diterima pekerja, misalnya hanya 500 ribu saja
  2. Perusahaan hanya membayar THR sebatas Gaji Pokok saja, tidak mengikutkan tunjangan tetap.

Harusnya upah adalah upah pokok tambah tunjangan tetap sesuai Pasal 3 (2) Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.04/MEN/1994  : “Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap”

“Perusahaan melakukan PHK (atau memutus kontrak) kepada pekerja menjelang memasuki bulan puasa. Ini banyak terjadi bagi pekerja Outsourcing yang selalu dikontrak. Juga pembayaran THR dilakukan sehari atau dua hari menjelang Iedul Fitri supaya pekerja tetap masuk dan tidak mengambil cuti dulu,” kata Timboel dalam siaran persnya, siang ini.

Modus lainnya menurut dia adalah THR dibayarkan secara mencicil dan THR tidak dibayarkan sama sekali dengan alasan pengusaha tidak punya uang.

Atas berbagai modus tersebut OPSI meminta Menakertrans untuk mengambil langkah yang bisa menimbulkan efek jera bagi pengusaha yang nakal soal THR.

“Menakertrans harus mengeluarkan publikasi ke umum melalui media massa atas nama-nama perusahaan yang dua tahun berturut turut melakukan pelanggaran pembayaran THR. Juga harus pro aktif bekerja sama dengan SP/SB atau LBH di seluruh Indonesia yang membuat posko pengaduan pembayaran THR, dan pengawas ketenagakerjaan melibatkan SP/SB atau pengacara LBH tersebut untuk melakukan pengawasan lapangan.”

“Dan Pengawas Ketenagakerjaan  harus berani membuat nota pemeriksaan dan tidak segan-segan melimpahkan masalah ini ke pihak kepolisian bila perusahaan tetap tidak mau membayar hak-hak pekerja atas THR,” tegas Timboel.

SUMBER : [ ]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s