Buruh: Penangguhan Pembayaran UMP Itu Upaya Pemiskinan

Buruh: Penangguhan Pembayaran UMP Itu Upaya Pemiskinan

Liputan6.com, Jakarta : Banyaknya perusahaan yang mendapat izin penangguhan pembayaran Upah Minimum Provinsi (UMP), dinilai sebagai salah satu bentuk pemiskinan buruh secara masif. Sebab, upah minimum itu merupakan standar paling minimal bagi seseorang untuk memenuhi kehidupan layak.
“Penangguhan pembayaran upah minimum yang diberikan termasuk proses pemiskinan yang sangat masif,” ujar perwakilan Komite Serikat Pekerja Indonesia Sophian, di Kantor LBH Jakarta, Senin (18/2/2013).
Menurut Sophian, apabila pembayaran upah minimum ditangguhkan juga, maka bisa dibilang standar hidup orang tersebut berada di bawah layak. “Dan, tentu bagi yang berkeluarga itu sungguh berat,” ungkapnya.
Dia menjelaskan kejanggalan yang kerap terjadi. “Dari penangguhan yang dikabulkan itu, selama ditangguhkan tidak diperhitungkan sebagai utang. Misal ditangguhkan selama 6 bulan, tapi setelah 6 bulan, yang awal 6 bulan itu tidak dibayar,” paparnya.
Oleh karena itu, beberapa serikat buruh hari ini mendatangi LBH Jakarta. Mereka bersama-sama dengan Tim Advokasi Buruh untuk Upah Layak (TAB-UL) akan menggugat 7 gubernur. Untuk tahap awal, Minggu ini TAB-UL akan menggugat 3 gubernur, yakni Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. (Frd)

Sumber : Liputan6[dot]Com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s