Kalau Perusahaan Lalai, Kini Pekerja Boleh Daftar Jamsostek Sendiri

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menerbitkan Peraturan Menakertrans No.20 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menakertrans No.12/2007 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Peraturan yang terbit bersamaan dengan Permenakertrans soal outsourcing ini telah ditandatangani oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar pada 14 November 2012, dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Amir Syamsudin pada 19 November 2012.

Dalam ketentuan peraturan baru itu, para pekerja/buruh lebih banyak mendapat manfaat dari program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) yang diharapakan dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi pekerja/buruh.

“Para pekerja/buruh dapat mendaftarkan sendiri dalam Jamsostek jika pengusaha tempat mereka bekerja telah nyata-nyata lalai tidak mendaftarkan ke dalam program perlindungan itu,” ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (25/11).

Dengan demikian, sejak ditetapkannya Permenakertrans soal Jamsostek ini maka para tenaga kerja/buruh dapat mendaftarkan dirinya sendiri dalam program jaminan sosial tenaga kerja kepada badan penyelenggara.

Selain itu, dalam ketentuan yang baru ditetapkan juga pelayanan khusus bagi para pekerja yang menggunakan kaca mata, prothese mata (mata palsu), prothese gigi (gigi palsu), alat bantu dengar, dan prothese anggota gerak.

Pelayanan biaya pelayanan khusus itu diberikan kepada tenaga kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan dan atas indikasi medis dengan pengaturan tertentu.

Aturan itu di antaranya bagi tenaga kerja mendapatkan resep kaca mata dengan biaya untuk frame dan lensa sebesar Rp 300.000, penggantian lensa 2 tahun sekali Rp 150.000, dan penggantian frame 3 tahun sekali Rp 150.000.
Bahkan, untuk pekerja yang memerlukan gigi palsu dapat diberikan di balai pengobatan gigi, klinik gigi atau praktek dokter gigi dengan paling banyak biaya Rp 1 juta.

Pekerja yang membuat gigi palsu diberikan jenis lepasan berbahan acrylic dengan ketentun per rahang untuk gigi pertama sebesar Rp200.000 dan gigi kedua, serta seterusnya Rp20.000.

“Dalam Permenakertrans juga ditambahkan pasal tentang pelayanan kesehatan untuk penyakit kronis dan kritis atas anjuran dokter spesialis di unit pelayanan khusus atau di rumah sakit,” kata Muhaimin.

Pelayanan itu di antaranya tentang tindakan hemodialisa (cuci darah) ditanggung paling banyak Rp700.000 per kasus kunjungan dengan ketentuan paling banyak tiga kali dalam seminggu di Pelaksana Pelayanan Kesehatan Tingkat lanjutan yang ditunjuk badan penyelenggara.

Muhaimin menjelaskan semua peningkatan manfaat jaminan dan perluasan cakupan pelayanan kesehatan dalam program jamsostek dimaksudkan untuk kesejahteraan dan perbaikan taraf hidup pekerja/buruh.(Humas Kemenakertrans/FJ/ES)

Sumber :

Download pdf-nya : PERMENAKAKERTRANS NO.20 Th.2012 TTG PETUNJUK TENTANG TEKNIS PENDAFTARAN KEPESERTAAN , PEMBAYARAN IURAN ,SANTUNAN DAN PELAYANAN JAMSOSTEK

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s